Menu

Minggu, 15 Mei 2016

TEMU LAWAK

#TEMU LAWAK


Bunga temu lawak            


Temu lawak (Curcuma xanthorrhiza)

    adalah tumbuhan obat yang tergolong dalam suku temu-temuan (Zingiberaceae) Ia berasal dari Indonesia, khususnya Pulau Jawa, kemudian menyebar ke beberapa tempat di kawasan wilayah biogeografi Malesia. Saat ini, sebagian besar budidaya temu lawak berada di Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Filipinatanaman ini selain di Asia Tenggara dapat ditemui pula di China, Indochina, Barbados, India, Jepang, Korea, Amerika Serikat dan beberapa negara Eropa.
Nama daerah di Jawa yaitu temulawak, di Sunda disebut koneng gede, sedangkan di Madura disebut temu labak, Tanaman ini dapat tumbuh dengan baik pada dataran rendah sampai ketinggian 1500 meter di atas permukaan laut dan berhabitat di hutan tropis. Rimpang temu lawak dapat tumbuh dan berkembang dengan baik pada tanah yang gembur.


Kandungan utama rimpang temulawak adalah protein, karbohidrat, dan minyak atsiri yang terdiri atas kamfer, glukosida, turmerol, dan kurkumin. Kurkumin bermanfaat sebagai anti inflamasi (anti radang) dan anti hepototoksik (anti keracunan empedu).

    Temu lawak memiliki efek farmakologi yaitu, hepatoprotektor (mencegah penyakit hati), menurunkan kadar kolesterol, anti inflamasi (anti radang), laxative (pencahar), diuretik (peluruh kencing), dan menghilangkan nyeri sendi. Manfaat lainnya yaitu, meningkatkan nafsu makan, melancarkan ASI, dan membersihkan darah.
Selain dimanfaatkan sebagai jamu dan obat, temu lawak juga dimanfaatkan sebagai sumber karbohidrat dengan mengambil patinya, kemudian diolah menjadi bubur makanan untuk bayi dan orang-orang yang mengalami gangguan pencernaan. Di sisi lain, temu lawak juga mengandung senyawa beracun yang dapat mengusir nyamuk, karena tumbuhan tersebut menghasilkan minyak atsiri yang mengandung linelool, geraniol yaitu golongan fenol yang mempunyai daya repellan nyamuk Aedes aegypti .

refferensi: id.wikipedia.org/wiki/Temu_lawak

KENCUR

Tanaman Kencur.


          The Benefits of Kencur
Kencur (Kaempferia galanga L.)

    Kencur adalah salah satu jenis empon-empon/tanaman obat yang tergolong dalam suku temu-temuan (Zingiberaceae). Rimpang atau rizoma tanaman ini mengandung minyak atsiri dan alkaloid yang dimanfaatkan sebagai stimulan. Nama lainnya adalah cekur (Malaysia) dan pro hom (Thailand). Dalam pustaka internasional (bahasa Inggris) kerap terjadi kekacauan dengan menyebut kencur sebagai lesser galangal (Alpinia officinarum) maupun zedoary (temu putih), yang sebetulnya spesies yang berbeda dan bukan merupakan rempah pengganti. Terdapat pula kerabat dekat kencur yang biasa ditanam di pekarangan sebagai tanaman obat, temu rapet (K. rotunda Jacq.), namun mudah dibedakan dari daunnya.
Nama kencur dipinjam dari bahasa Sanskerta, kachora, कचोर, yang berarti temu putih (Curcuma zedoaria).

Komposisi kimia rimpang:
  • pati (4,14 %),
  • mineral (13,73 %),
  • minyak-minyak atsiri (0,02 %), berupa
    • sineol,
    • asam metil kanil dan penta dekaan,
    • asam sinamat,
    • etil ester,
    • borneol,
    • kamphene,
    • paraeumarin,
    • asam anisat,
    • alkaloid dan
  • gom.
refferensi :  id.wikipedia.org/wiki/kencur
***********************

KUNYIT

KUNYIT



kunir.jpg          

  Kunyit  ( Curcuma domestica)

Nama daerah: Kunir; Kunyir; Koneng; Kunyet; Kuning; Kuneh

Deskripsi tanaman:
     Tumbuhan berbatang basah, tingginya sampai 0,75 m, daunnya berbentuk lonjong, bunga majemuk berwarna merah atau merah muda. Tanaman herba tahunan ini menghasilkan umbi utama berbentuk rimpang berwarna kuning tua atau jingga terang. Perbanyakannya dengan anakan

Habitat: 
    Tumbuh di ladang dan di hutan, terutama di hutan jati. Banyak juga ditanam di perkarangan. dapat tumbuh di dataran rendah sampai ketinggian 2000 m dpl

Bagian tanaman yang digunakan: Rimpang

Kandungan kimia: Tumeron; Zingiberon; Seskuiterpena alkohol; Kurkumin; Zat pahit; Lemak hars; Vitamin C

Khasiat: 
Kholagog; Stomakik; Antispasmodik; Anti inflamasi; Anti bakteria; Kholeretik

Nama simplesia: Curcumae domesticae Rhizoma
***************************

APEL

APEL


Apel          Manfaat Buah Apel

  Apel (Pyrus malus)                             

     Berdasarkan penelitian, apel bisa mengurangi risiko kanker usus besar, kanker prostat, dan kanker paru-paru. Dibandingkan dengan buah lainnya dan sayuran, apel mengandung vitamin C yang tidak seberapa, tetapi kaya dengan senyawa antioksidan lainnya. Biarpun tidak sebanyak buah lain, namun konten serabut dalam apel membantu mengontrol pergerakan usus, maka mengurangi risiko kanker usus besar. Serat apel juga membendung penyakit jantung, serta mengontrol berat badan dan tingkat kolesterol, karena buah apel tidak mengandung kolesterol dan mempunyai serat yang mengurangi kolesterol dengan mencegah reabsorpsi.
Terbukti bahwa  apel yang dibiakkan secara in vitro mengandung senyawa fenol yang dapat mencegah kanker dan menunjuukan aktivitas antioksidan. Fitokimia fenol yang utama dalam apel adalah kuersetin, epikatekin, dan prosianidin B2.
Biji apel sedikit beracun karena mengandung sedikit amigdalin, sejenis glikosida sianogen. Akan tetapi, racun ini tidak cukup berbahaya bagi manusia.

Refferensi :  id.wikipedia.org/wiki/
******************************

DAUN DEWA

 #DAUN DEWA                                                        

foto daun dewa      


DAUN DEWA (Gynura segetum )

Descripsi :
     Daun dewa tergolong tanaman semak, berbatang basah daun warna hijau dan bergerigi , di permukaan daun serta tangkai berbulu putih halus.daun menempel di sepanjang batang, daun dewa memiliki umbi di pangkal batang. daun dewa tumbuh subur di tanah berpasir dan lembab, tinggi tanaman mencapai
50 - 60 cm.bunga bertangkai panjang di ujung tanaman.

Komposisi :
 flavonoid , saponin, minyak atsiri.
Indikasi Herbal : 
Tumor, batu kandung kemih, mencegah sakit jantung, rematik.

KEJI BELING

#KEJI BELING

       

KEJI BELING (strobilanthes crispus )

Descripsi :
 keji beling termasuk tanaman perdu, berbatang keras, berdaun tunggal tanpa tangkai,bunga tumbuh di ujung tanaman dan ranting,bunga kecil agak memanjang,pada umumnya bunga berwarna putih cerah. tinggi tanaman mencapai 2 m di tanah yang subur. keji beling sering di tanam sebagai pagar hidup maupun di pot.

komposisi :
 keji beling mengandung unsur alkaloida, saponin, flavonoida, & polifenol.

Indikasi herbal :
 peluruh air seni.

SIRIH MERAH


SIRIH MERAH

     


SIRIH MERAH (piper crocatum)

Descripsi : Sirih merah tumbuh menjalar sama halnya sirih hijau pada umumnya, berbatang lunak dan berdaun tunggal berseling. warna batang hijau kemerahan, warna daun muda merah kecoklatan, warna daun tua hijau kemerahan dan di bagian atas daun berwana hijau tua bercorak warna putih silver di bagian serat daun.

Komposisi Kimiawi : alkoloid, saponin, tanin, flavonoid (senyawa fito kimia)
                                     minyak atsiri , hidroksikavicol, kavicol, kavibetol, allylprokatekol,                                          karvakr ,
eugenol,
                                     pcymene ,cineole, caryofelen, kadimen estragol, terpenena, fenil                                          propada.


Indikasi Herbal : 
sirih merah memiliki beberapa manfaat untuk mengatasi dan membantu penyembuhan penyakit, antara lain: 

-diabetes melitus, hepatitis, batu ginjal, menurunkan kadar kolesterol   darah, mencegah stroke, asam urat, radang liver, radang prostat, radang mata, keputihan, maag.